Thursday, 27 March 2014 00:00

Sekilas Mengenai Perbedaan Budaya antara Indonesia dan Australia - Part 3

Written by 
Flickr - Australlia Day Parade 2009 Flickr - Australlia Day Parade 2009 Photo by Guy

Sampailah kita di part terakhir dari ulasan kita mengenai perbedaan budaya antara Australia dan Indonesia. Di part ini kita akan melihat yang hal hal lebih praktis yang bisa kita terapkan secara pribadi supaya tidak terjadi salah pengertian nanti. Langsung saja:

Percakapan Sehari Hari

Orang Australia kalau berkenalan dengan orang untuk pertama kalinya, biasanya yang dibahas adalah hal hal yang umum seperti cuaca pada hari itu, pertandingan olahraga, ataupun berita yang lagi hot. Sedangkan kita orang Indonesia biasanya langsung menuju ke hal hal yang personal seperti usia berapa, kerja dan tinggal di mana, gaji berapa, kenapa belum menikah dan seterusnya. Lakukan hal yang sama dengan orang Australia, anda akan dicap sebagai orang yang melanggar privasi orang lain. Buar orang Australia, pertanyaan pertanyaan pribadi tersebut biasanya disimpan sesudah mengenal seseorang lebih jauh.

Orang Australia juga kadang suka basa basi seadanya dengan strangers. Kalau begitu, cukup kita balas seadanya dan tetap ramah. Tidak sopan kalau kita cuekin saja.

Keluarga

Seorang anak dianggap sudah bisa di “usir” dari rumah begitu dia menginjak umur 18 tahun, bahkan 16 tahun. Memang tidak semuanya diusir, ada juga yang memang mau pindah keluar sendiri begitu dia berumur 18 tahun. Seorang anak dituntut untuk mandiri dan bisa bekerja sendiri mencari duit. Mungkin bertanya kenapa? Perlu diketahui bahwa Australia mempunyai sistem jaminan sosial yang bernama Centerlink yang memberi bantuan keuangan kepada masyarakat Australia.

Bantuan keuangan diberikan kepada orang tua yang mempunyai anak yang diberikan sampai sampai anak itu berumur 18 tahun. Sebaliknya, bantuan dialihkan kepada anak tersebut begitu dia menginjak 18 tahun. Begitu pula dengan orang lanjut usia, mereka kebanyakan ditaruh di panti jompo. Entah itu adalah suatu bentuk ‘balas dendam’ kepada orang tua yang mengusir mereka keluar rumah?

Nama Panggilan

Orang Australia memanggil orang menggunakan nama depan mereka. Tidak peduli bahwa yang dipanggil orangnya lebih tinggi statusnya atau derajatnya. Bahkan jikalau kita memanggil nama depan mereka, mereka mengganggap itu friendly. Coba saja sapa petugas check out di supermarket menggunakan nama depan mereka yang tercantum di name tag mereka. Dijamin anda akan langsung melihat raut muka dan attitude mereka yang lebih ramah. Kita juga harus bisa menerima kalau orang lain memanggil kita dengan nama depan kita.

Merokok

Merokok sangat tidak disarankan dan pemerintah Australia aktif dalam berkampanye anti rokok. Buat yang hobi merokok, janganlah sembarangan merokok di tempat umum karena aturan melarang merokok ada di mana mana. Walaupun kita ada di rumah teman, tetaplah bertanya kepada yang punya rumah apakah boleh merokok apa tidak.

Makan di Luar

Kalau kita diajak makan di luar sama orang Australia, jangan otomatis menganggap bahwa kita bakalan ditraktir. Adanya kita malah diharapkan untuk ikut bayar patungan. Orang Australia juga suka sekali minum minum alkohol di pub dan bar. Tetapi untuk membeli minuman keras di Australia anda harus berusia 18 tahun ke atas. Anda akan gampang sekali mendapatkan teman apabila anda juga suka minum minum juga.

Kalau kita diundang untuk makan malam oleh teman orang Australia kita, kalau bisa datang dengan membawa satu botol wine atau camilan kecil.

Hubungan Lawan Jenis

Jangan otomatis mengganggap bahwa orang yang berlawanan jenis tinggal serumah itu sepasang suami istri. Tinggal bersama dengan pasangan di luar nikah di sini adalah hal yang lumrah. Kalau tidak jelas hubungan mereka apa, suami istri atau pacaran, pakai saja kata “partner”.

Mandiri

Ini khusus buat remaja yang baru datang ke Australia untuk belajar, apalagi yang dari keluarga mampu yang punya pembantu di Indonesia. Belajarlah untuk melakukan segala sesuatu dengan sendiri. Jangan kaget kalau di food court anda melihat bahwa ada orang yang setelah selesai makan, mau repot repot membuang sampah makanan sendiri ke tempat sampah.

Kasih Tip

Budaya kasih tip tidak ada di dalam masyarakat Australia dan bahkan dianggap insult (kecuali buat yang kerja di sektor pariwisata dan hospitality)

Sopan Santun yang Lain

  • Ketika kita membukakan pintu untuk keluar masuk, tahanlah pintu supaya tetap terbuka ketika ada orang di belakang kita yang juga mau keluar masuk. Sebaliknya kalau kita yang dibukakan pintu, a simple thanks will do
  • Jangan potong antrian. Ini udah sangat jelaslah jangan memotong antrian. Sepertinya hanya di Indonesia saja deh budaya memotong antrian itu diterima.
  • Kalau berdiri di escalator, berdirilah di sebelah kiri dan jangan memblok jalan.
  • Kasih prioritas jalan dan tempat duduk kepada ibu hamil, lansia dan disabled people
  • Bilang ‘excuse me’ sebelum menerima telepon ketika kita sedang berbincang dengan orang .
  • Jam ngaret is a big no-no

Demikianlah part 3 ini menutup serial perbedaan budaya antara Australia dan Indonesia. Sebenarnya masih ada banyak lagi tetapi biarlah kita diskusikan itu di lain waktu.

Kalau ada yang mau kasih komentar silakan isi di bawah artikel ini, juga kalau ada yang ingin menambahkan, silakan.

Read 2298 times Last modified on Wednesday, 02 April 2014 17:38
Goldian

Besar di kota Singkawang, Kalimantan Barat, pindah sekolah ke Brisbane di tahun 1999 dan tinggal sebagai permanen resident sampai  sekarang.

Ada saran, ide, masukan, kritikan, artikel, ataupun apa aja? Kirimkan pesan ke info@indozones.com

Website: https://www.facebook.com/app_scoped_user_id/738415803/
The Best betting exchange http://f.artbetting.netby ArtBetting.Net

Upcoming Events

Special Offer

Coming Soon

Contact us

Ada saran, ide atau mau pasang iklan?

info@indozones.com.au

Contact us

How to get Bookmakers Bonus - articles.
BIGTheme.net - Theme Catalog